Merancang Pembelajaran

Merancang Pembelajaran, Menghadirkan Dampak di Kelas, dan Menyempurnakan Melalui Analisis & RTL

Guru di era pembelajaran modern tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu merancang pengalaman belajar yang mindful, meaningful, dan joyful. Modul Smart Teacher Workflow hadir sebagai solusi untuk membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif dengan dukungan teknologi dan AI. Tujuannya adalah agar perencanaan tidak hanya menjadi beban administratif, tetapi menjadi langkah strategis dalam menghadirkan dampak nyata di kelas.


Chapter 01: Smart Teacher Workflow

Digitalisasi Administrasi Pembelajaran dari CP hingga Rancangan Pembelajaran

Masalah di Lapangan

Pernah merasa pusing dengan CP, TP, dan administrasi yang menumpuk?

Banyak guru menganggap CP & TP hanya sebagai syarat administratif. Waktu habis untuk menulis dokumen, bukan merancang pengalaman belajar. Akibatnya:

  • Perencanaan tidak nyambung dengan kebutuhan nyata siswa
  • Fokus guru bergeser ke laporan, bukan ke pembelajaran
  • Murid tidak memperoleh pengalaman belajar terbaik

Solusi – Smart Teacher Workflow

Cara baru, lebih cepat, dan lebih sadar dalam merancang pembelajaran.

Smart Teacher Workflow membantu guru:

  • Memahami makna CP & TP sebagai kompas pembelajaran
  • Memanfaatkan AI untuk mempercepat proses tanpa kehilangan sentuhan pedagogis
  • Membangun pembelajaran yang mindful, meaningful, joyful

AI bukan menggantikan guru, tapi membuat guru punya waktu lebih untuk fokus pada murid.


Tiga Pilar Pembelajaran Mendalam

  1. Mindful – Sadar konteks siswa, tidak asal salin
  2. Meaningful – Aktivitas punya makna untuk capaian kompetensi
  3. Joyful – Pembelajaran sebagai pengalaman yang menyenangkan

Langkah-Langkah Praktis Smart Teacher Workflow

Langkah Guru Bantuan AI Hasil Akhir
Menentukan CP & TP Ubah ke tujuan ABCD Tujuan terukur & jelas
Menetapkan Bukti Belajar Ide bukti autentik (poster, video, laporan) Bukti belajar kontekstual
Menyusun Asesmen Rubrik & soal HOTS Penilaian bermakna
Merancang Aktivitas Penyesuaian VARK Aktivitas berdiferensiasi
Refleksi Rangkuman & RTL Perbaikan berkelanjutan

Memahami Siswa Lebih Dalam

Sebelum mengajar, kenali dulu siapa yang kita ajar. Melalui asesmen non-kognitif, guru memahami:

  • Profil siswa
  • Minat belajar
  • Gaya belajar (VARK)

Tujuannya: pembelajaran yang lebih personal dan inklusif.

Gaya Belajar (Model VARK)

  • Visual → gambar, warna, peta konsep
  • Auditori → diskusi, penjelasan lisan
  • Read/Write → membaca teks, menulis catatan
  • Kinestetik → praktik langsung, simulasi

Prompt Penyusunan Asesmen Non-Kognitif

Buatkan asesmen diagnostik non-kognitif untuk jenjang [sebut jenjang: kelas rendah / kelas tinggi / SMP], dengan fokus pada profil siswa, minat belajar, dan gaya belajar.

Gunakan bahasa yang [mudah dipahami anak / komunikatif / sesuai usia].

Hasilkan instrumen sesuai metode yang dipilih berikut:

1. Metode yang digunakan: [pilih salah satu atau lebih —
   Jenjang kelas rendah: Wawancara / Ekspresi Visual / Observasi Langsung.
   Jenjang kelas tinggi: Angket / Wawancara / Refleksi Tertulis]

2. Model gaya belajar: VARK (Visual, Auditori, Read/Write, Kinestetik)

3. Jumlah butir per aspek: [misal: 10 butir untuk gaya belajar, 5 untuk minat belajar, 5 untuk profil siswa]

4. Format hasil:
   Tambahkan keterangan cara skoring dan interpretasi singkat hasil.

Jelaskan juga tujuan asesmen dan cara guru menggunakan hasilnya untuk perencanaan pembelajaran diferensiasi.

Contoh Analitik: Proyek IPA (Laporan Eksperimen)

Menilai dengan lebih manusiawi, bukan sekadar angka.
Dengan dukungan AI, guru bisa menilai lebih objektif dan efisien.

Kriteria Penilaian:

  • Pemahaman Konsep
  • Proses
  • Kualitas Produk
  • Sikap Belajar

Deskripsi Level:

Level 4 Level 3 Level 2 Level 1
Menjelaskan akurat & memberi contoh Menjelaskan cukup benar Ada miskonsepsi Tidak memahami konsep

Menyusun Rubrik Penilaian Sesuai CP

Rubrik dibuat berdasarkan capaian pembelajaran agar penilaian benar-benar mengukur kompetensi target.

Contoh aspek rubrik:

  • Pemahaman Konsep
  • Kemampuan Kolaborasi
  • Ketepatan Produk
  • Sikap dan Keterlibatan

Prompt Menyusun Rubrik Penilaian

Berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) berikut:
[Tuliskan CP di sini]

Buat rubrik penilaian lengkap yang mencakup:
1. Tujuan Penilaian (apa yang diukur dari CP tersebut)
2. Aspek/Kriteria Penilaian (minimal 3–4 aspek sesuai karakteristik CP)
3. Indikator tiap Aspek (jelaskan perilaku/hasil belajar yang diamati)
4. Level Kinerja (Skala 1–4) dengan deskripsi rinci:
   - Level 4 = Sangat Baik
   - Level 3 = Baik
   - Level 2 = Cukup
   - Level 1 = Perlu Bimbingan
5. Format tabel rubrik yang siap digunakan guru dalam asesmen formatif maupun sumatif.

Gunakan bahasa yang jelas, positif, dan terukur.
Jika CP berfokus pada pengetahuan, tonjolkan indikator kognitif (C1–C6).
Jika CP berfokus pada keterampilan, tampilkan indikator performa atau produk.
Jika CP berfokus pada sikap, gunakan indikator observasi perilaku dan refleksi.
Akhiri dengan contoh penerapan rubrik dalam aktivitas pembelajaran atau asesmen nyata.

Tugas Chapter 1

Instruksi Tugas

  1. Tentukan Dasar Rancangan
    ○ Pilih fase/ Jenjang dan mata pelajaran yang Anda ajarkan.
    ○ Tentukan Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang akan digunakan.
  2. Gunakan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif
    ○ Lakukan asesmen singkat untuk memahami profil siswa, minat belajar, dan gaya belajar (VARK).
    ○ Gunakan hasilnya untuk menentukan pendekatan dan aktivitas yang sesuai.
    ○ Ubah hasilnya dalam bentuk excell.
  3. Rancang Pembelajaran Terpadu (1 Pertemuan)
    ○ Ubah TP menjadi tujuan ABCD (kognitif, afektif, spiritual) dengan bantuan AI.
    ○ Tetapkan bukti belajar autentik yang dapat diamati.
    ○ Buat rubrik mini 4 level untuk menilai hasil belajar.
    ○ Susun aktivitas pembelajaran berdiferensiasi sesuai hasil asesmen non-kognitif.
  4. Tentukan Dasar Rancangan
    ○ Pilih fase/ Jenjang dan mata pelajaran yang Anda ajarkan.
    ○ Tentukan Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang akan digunakan.
  5. Gunakan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif
    ○ Lakukan asesmen singkat untuk memahami profil siswa, minat belajar, dan gaya belajar (VARK).
    ○ Gunakan hasilnya untuk menentukan pendekatan dan aktivitas yang sesuai.
    ○ Ubah hasilnya dalam bentuk excell.
  6. Rancang Pembelajaran Terpadu (1 Pertemuan)
    ○ Ubah TP menjadi tujuan ABCD (kognitif, afektif, spiritual) dengan bantuan AI.
    ○ Tetapkan bukti belajar autentik yang dapat diamati.
    ○ Buat rubrik mini 4 level untuk menilai hasil belajar.
    ○ Susun aktivitas pembelajaran berdiferensiasi sesuai hasil asesmen non-kognitif.

Prompt Tugas 1

Saya memiliki data hasil asesmen diagnostik non-kognitif siswa dalam file Excel bernama [nama file Anda], yang berisi informasi tentang profil siswa, minat belajar, dan gaya belajar (VARK). Berdasarkan data tersebut, bantu saya menyusun rancangan pembelajaran.

Gunakan format dan langkah berikut:

1. Identitas Rancangan Pembelajaran
• Fase: [fase A/B/C/D/E/F]
• Jenjang: [SD/SMP]
• Mata Pelajaran: [sebutkan nama mapel]
• Topik: [tema/topik pembelajaran]

2. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
• Capaian Pembelajaran (CP): [tulis CP yang relevan dari kurikulum]
• Tujuan Pembelajaran (TP): [tulis TP yang sesuai dengan CP tersebut]

Ubah TP tersebut menjadi **3 tujuan ABCD** (jelas, sederhana, dan terukur):
1. Kognitif
2. Afektif
3. Spiritual

3. Analisis Hasil Asesmen Non-Kognitif
Buat ringkasan hasil asesmen dari file Excel meliputi:
• Profil siswa: (contoh: motivasi baik, membutuhkan dukungan sosial)
• Minat belajar: (contoh: suka eksperimen dan diskusi kelompok)
• Gaya belajar (VARK): (contoh: mayoritas visual & kinestetik)

4. Aktivitas Pembelajaran Berdiferensiasi
Rancang aktivitas pembelajaran [JP] dengan mempertimbangkan hasil asesmen non-kognitif:

• Tentukan model pembelajaran yang sesuai (misal: PBL/Cooperative/Discovery Learning)
• Sesuaikan aktivitas dengan gaya belajar siswa (Visual, Auditory, Read/Write, Kinesthetic)
• Harus kontekstual, menyenangkan, dan berorientasi kompetensi

Susun hasil dalam format [Pilih format : tabel / urutan poin / whitepapper].

Pastikan seluruh bagian saling terhubung antara:
CP → TP → Asesmen → Aktivitas Pembelajaran

Catatan Inspiratif

“Mulailah dari kecil — satu pertemuan saja. Biarkan AI membantu, dan lihat bagaimana perencanaan Anda berubah menjadi lebih cepat, terarah, dan menyenangkan.”

Chapter 02 — Teaching with Impact

Guru bukan hanya penyaji materi, melainkan learning designer yang merancang pengalaman belajar bermakna.


Pedagogis dan Urgensinya

Pedagogis berarti guru merancang pengalaman belajar yang bermakna, bukan hanya menyampaikan materi.

Mengapa penting?

  • Menghubungkan emosi dan kognisi siswa
  • Media menjadi jembatan pemahaman, bukan sekadar visual
  • Dampak jangka panjang pada cara berpikir dan bersikap

Media yang baik menyentuh pikiran dan hati siswa.


Problem-Based Learning (PBL)

Analogi: Seperti dokter yang mendiagnosis pasien sebelum memberi resep — siswa belajar menemukan akar masalah sebelum mencari solusi.

Pengertian : Model pembelajaran yang dimulai dari masalah nyata untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan  kreatifsiswa.

Fokus Utama:

  • Menyelesaikan masalah nyata
  • Mengasah pemikiran kritis, kolaborasi, dan kreativitas

Teknik Pelaksanaan:

  • Sajikan masalah autentik (gambar/video/studi kasus)
  • Siswa bertanya: “Mengapa? Bagaimana?”
  • Diskusi kelompok
  • Presentasi solusi + refleksi

Project-Based Learning (PjBL)

Analogi: Seperti arsitek → membangun dari konsep hingga produk nyata.

Pengertian: Model pembelajaran berbasis proyek jangka waktu tertentu untuk menghasilkan karya konkret yang menunjukkan penguasaan kompetensi.

Fokus Utama:

  • Proyek dengan durasi tertentu menghasilkan produk konkret
  • Kolaborasi, manajemen waktu, dan refleksi

Teknik Pelaksanaan:

  • Pertanyaan pemantik
  • Rancang proyek (poster/video/laporan)
  • Bimbing proses
  • Pameran hasil

Inquiry-Based Learning (IBL)

Analogi: Seperti ilmuwan kecil yang meneliti fenomena —siswa mengajukan pertanyaan, mengamati, dan menarik kesimpulan.

Pengertian: Model pembelajaran berbasis penyelidikan yang menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity) dan kemampuan berpikir ilmiah.

Fokus Utama:

  • Rasa ingin tahu → observasi → kesimpulan

Teknik Pelaksanaan:

  • Mengamati fenomena
  • Bertanya bersama
  • Eksperimen kecil
  • Diskusi hasil

Discovery Learning

Analogi: Seperti penjelajah yang menemukan harta karun — siswa menemukan konsep baru melalui pengalaman langsung.

Pengertian: Model pembelajaran dimana siswa aktif menemukan pengetahuan sendiri melalui eksplorasi dan pengamatan.

Fokus Utama:

  • Siswa menemukan konsep sendiri melalui pengalaman

Teknik Pelaksanaan:

  • Stimulus: gambar, data, eksperimen
  • Dugaan (hipotesis)
  • Pembuktian
  • Konfirmasi konsep

Cooperative Learning (Jigsaw)

Analogi: Seperti potongan puzzle — setiap siswa memegang satu bagian penting dan semua bagian harus disatukan agar utuh.

Pengertian: Model kolaboratif dimana siswa saling mengajar melalui pembagian tanggung jawab materi.

Fokus Utama:

  • Kolaborasi dengan ketergantungan positif

Teknik Pelaksanaan:

  • Kelompok ahli & kelompok asal
  • Ajar kembali ke kelompok
  • Refleksi bersama

Think–Pair–Share (TPS)

Analogi: Seperti menanam ide kecil, menyiraminya bersama teman, lalu memanennya bersama kelas.

Pengertian: Model pembelajaran kolaboratif tiga tahap: berpikir sendiri, berdiskusi berpasangan, lalu berbagi kekelas.

Fokus Utama:

  • Meningkatkan partisipasi autentik semua siswa

Teknik Pelaksanaan:

  • Think: berpikir sendiri
  • Pair: diskusi pasangan
  • Share: berbagi ke kelas

Contextual Teaching & Learning (CTL)

Analogi:  Seperti menjahit konsep sekolah dengan kehidupan sehari-hari — siswa memahami bahwa belajar punya manfaat nyata.

Pengertian: Model pembelajaran yang mengaitkan materi akademik dengan konteks dunia nyata siswa agar belajar lebih bermakna.

Fokus Utama:

  • Kontekstual → ada manfaat nyata bagi kehidupan siswa

Teknik Pelaksanaan:

  • Hubungkan topik dengan kehidupan sehari-hari
  • Pertanyaan eksploratif
  • Refleksi manfaat belajar

Experiential Learning

Analogi: Belajar seperti bersepeda — tidak cukup dijelaskan, harus dicoba langsung.

Pengertian: Model pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan refleksi diri berdasarkan siklus Kolb (Pengalaman→Refleksi→Konsep→Aksi).

Fokus Utama:

  • Siklus Kolb: Pengalaman → Refleksi → Konsep → Praktik

Teknik Pelaksanaan:

  • Simulasi/eksperimen
  • Refleksi diri
  • Praktik ulang dengan perbaikan

Flipped Classroom

Analogi: Belajar seperti bersepeda — tidak cukup dijelaskan, harus dicoba langsung.

Pengertian: Model pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan refleksi diri berdasarkan siklus Kolb (Pengalaman→Refleksi→Konsep→Aksi).

Fokus Utama:

  • Kelas jadi tempat pemecahan masalah & diskusi

Teknik Pelaksanaan:

  • Video/modul sebelum kelas
  • Diskusi dan praktik saat tatap muka
  • Refleksi akhir

Mendesain Media Interaktif dengan AI

AI bukan untuk menggantikan kreativitas guru, melainkan mempercepat proses desain dan memastikan media tetap relevan dengan gaya belajar siswa.

Langkah-langkah:

  1. Tentukan tujuan & pesan utama
  2. Pilih format media (presentasi, video, kuis interaktif)
  3. Gunakan AI generatif seperti Canva AI, Gemini, ChatGPT, Gamma, Lumen5
  4. Tambahkan elemen interaktif (tombol, animasi, link kuis)
  5. Review konteks & usia siswa sebelum digunakan

Guru tetap pengendali keputusan pedagogis.


Praktik Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Canva AI

1. Pilih Topik & Jenjang

  • Pilih satu topik sesuai mata pelajaran dan jenjang [SD/SMP/SMA]

2. Tentukan Tujuan Pembelajaran (ABCD Format)

  • Tulis 1–2 tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur

3. Rancang Media Interaktif di Canva AI

  • Gunakan fitur Code for Me (kode untuk saya)
  • Buat bentuk media: presentasi interaktif, infografis klik, atau kuis digital
  • Tambahkan elemen interaktif seperti tombol, animasi, atau tautan kuis

4. Masukkan Asesmen HOTS

  • Buat minimal 5 butir soal HOTS (C4–C6) ke dalam media
  • Bentuk soal: pilihan ganda, isian singkat, atau tugas reflektif interaktif
  • Contoh: Analisis dampak perubahan iklim terhadap lingkungan sekitar

5. Publikasikan & Kumpulkan

  • Bagikan link Canva (mode view only)
  • Sertakan deskripsi singkat berisi:
    • Topik dan jenjang
    • Tujuan pembelajaran
    • Jenis media interaktif
    • Fitur AI yang digunakan

Prompt Media Interaktif (ASLI dari PPT)

Buat sebuah presentasi interaktif untuk [MATA PELAJARAN] jenjang [SD/SMP/SMA], kelas [Kelas] topik: "[TOPIK]", durasi estimasi: [angka durasi] menit.
[Tujuan pembelajaran (ABCD)]:
A: Audien/Who, dapat Behavior/what dalam kondisi Condition dengan kriteria Degree.

Spesifikasi media:
- Tipe: presentasi interaktif 8–12 slide, layout responsif untuk layar desktop dan mobile.
- Fitur interaktif: tombol "Mulai", "Petunjuk", animasi masuk slide, tombol pilihan jawaban, umpan balik langsung (benar/salah), link ke sumber eksternal, dan modal pop-up untuk penjelasan.
- Adaptasi gaya belajar: sediakan 3 jalur (Visual: ringkasan grafik/diagram; Auditory: skrip narasi + tombol suara; Kinaestetik: aktivitas drag & drop).

Interaktivitas slide khusus:
- Slide 3: mini-kuis 3 soal multiple choice (uji konsep)
- Slide 6: aktivitas drag-and-drop (urutkan langkah / cocokan)
- Slide 9: Tugas reflektif singkat (textarea) yang menyimpan jawaban pengguna secara lokal.
- Tambahkan tombol "Ulangi Aktivitas" dan "Selesai & Lihat Nilai".

Asesmen HOTS:
Masukkan [jumlah butir soal] butir C4–C6 dalam bentuk kuis. Sertakan hasil jawaban, skor, dan level pemahaman.

Struktur Media Berdaya Cerita

Langkah Pengerjaan:

1. Tentukan Topik Pembelajaran

  • Pilih satu topik sesuai jenjang dan mata pelajaran
  • Rancang Alur Cerita (Storytelling Framework)

2. Gunakan struktur berikut:

  • Awal (Hook): Bangun rasa ingin tahu atau masalah kontekstual
  • Tengah (Journey): Sajikan proses belajar, data eksperimen, atau studi kasus
  • Akhir (Resolution): Ajak refleksi, simpulan, atau aksi nyata (Contoh alur: Masalah → Tantangan → Penemuan → Solusi → Refleksi)

3. Masuk ke Gamma.app

  • Klik “New Deck + AI Generator”

4. Perkaya dengan Elemen Pembelajaran

  • Gunakan ilustrasi, video, atau ikon pendukung cerita
  • Sisipkan pertanyaan HOTS di bagian Journey atau Resolution
    • C4 (Analisis): Apa penyebab utama masalah ini?
    • C5 (Evaluasi): Apakah solusi ini paling efektif? Mengapa?
    • C6 (Kreasi): Ciptakan alternatif solusi sesuai konteks!

5. Finalisasi & Publikasikan

  • Pastikan narasi mengalir logis dan emosional
  • Tambahkan CTA (Call To Action): “Apa yang bisa kamu lakukan setelah belajar ini?”
  • Ekspor ke PDF dan bagikan link view-only

Standar Kualitas Media (3C)

  • Clear → tujuan & pesan mudah dipahami
  • Coherent → alur logis sesuai CP/TP
  • Catchy → menarik perhatian tanpa berlebihan

“Media yang bagus tidak harus kompleks, tapi harus menyentuh makna.”


Praktik Pembuatan Media Interaktif

  1. Pilih topik dari rancangan Modul 1
  2. Tentukan model pedagogis (mis. PBL, TPS)
  3. Rancang alur media storytelling
  4. Gunakan AI untuk isi & desain
  5. Unggah ke Kantong Tugas Chapter 2

Produk Akhir:

  • 1 media ajar digital (slide/video/poster interaktif)
  • Storyboard + deskripsi singkat

Pertanyaan Refleksi Guru

  • Bagian mana media yang paling meaningful?
  • Unsur joyful apa yang ditambahkan?
  • Apa tantangan terbesar saat membuat media dengan AI?

Gunakan jawaban ini untuk melengkapi refleksi pada Google Form Excellent Team..


Catatan Inspiratif

“Kreativitas guru bukan diukur dari seberapa canggih medianya, tapi seberapa dalam ia menyentuh hati dan pikiran siswanya.”


Chapter 03 — AI In Action

Mengapa Optimasi Diperlukan?

  • Banyak media dan soal sudah dibuat, namun dampak pada belajar belum optimal.
  • Data hasil belajar sering ada, tetapi jarang dianalisis untuk perbaikan.
  • AI dapat mempercepat desain asesmen, membaca pola hasil belajar, dan memberi umpan balik yang bermakna.

Arsitektur Kelas Adaptif (Plan–Teach–Assess–Analyze–Act)

Tahap Fokus Penjelasan
01 Plan Selaraskan CP/TP Pilih mode pedagogis, tentukan indikator C4–C6
02 Teach Media interaktif & diferensiasi (VARK) Gunakan alat bantu AI dalam penyajian materi
03 Assess Soal HOTS & rubrik deskriptif Fokus pada asesmen formatif
04 Analyze AI baca tren & miskonsepsi Data jadi dasar pengambilan keputusan
05 Act (RTL) Remedial & pengayaan Tindak lanjut pembelajaran

Peta Platform dan Fungsinya

No Platform Kegunaan
01 Google Workspace (Docs/Slides/Sheets/Forms/Classroom) Perencanaan, bank soal, distribusi, rekap nilai
02 Canva for Education Laporan visual, kuis interaktif, presentasi reflektif
03 ChatGPT/Gemini/Copilot Membuat soal, rubrik, umpan balik otomatis
05 Forms/Quizizz/Kahoot/EdPuzzle Asesmen formatif interaktif

Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom (Ringkas) dan Fokus HOTS

  • C4 Analisis: membedakan, mengelompokkan, mencaripola, sebab-akibat.
  • C5 Evaluasi: menilai, membandingkan, memberialasan.
  • C6 Cipta: merancang, memodelkan, menyusun solusi baru.

Template Prompt Soal HOTS (Siap Pakai)

Instruksi ke AI:

Buat [jumlah butir] soal HOTS untuk [mapel], jenjang [SD/SMP], Kelas [Jenjang Kelas].
Topik: [Nama Topik]
Sub Topik: [Sub Topik 1], [Sub Topik 2], [Sub Topik dst]
Terhubung CP/TP berikut: [tuliskan]. Komposisi: [?] PG, [?] PGK, [?] Menjodohkan, [?] Esai.
Sertakan kunci atau pedoman penskoran singkat. Konteks lokal dan autentik.

Kriteria 4T Kelayakan Soal

Contoh Rubrik 4 Level

  • Tepat sasaran (ukur indikator yang benar)
  • Terbuka (mendorong penalaran)
  • Terukur (ada kriteria jelas)
  • Terintegrasi (nyambung CP/TP)

Rubrik Mini (4 level):

  • Pemahaman konsep
  • Proses
  • Kualitas produk
  • Sikap disiplin dan kerja sama per level, bukan angka semata

Contoh Insight ➜ Aksi

“Butir C4 topik X skornya rendah; miskonsepsi di [konsep].” ➜ Remedial: demonstrasi konkret + diskusi sebab-akibat

“Siswa kelompok Y konsisten tinggi.” ➜ Pengayaan: proyek mini, studi kasus, atau tantangan desain solusi


RTL (Rencana Tindak Lanjut)

  1. Ringkasan data hasil asesmen dan observasi.
  2. Analisis masalah belajar (kognitif/nonkognitif).
  3. Strategi remedial bermakna.
  4. Program pengayaan.
  5. Refleksi guru dan rencana perbaikan.

Aktivitas Workshop (Praktik Terpandu)

  • Ambil data hasil belajar (nyata/simulasi) dari topik Modul 2.
  • Buat kuis 10 soal HOTS lengkap rubrik.
  • Analisis hasil dengan AI, susun RTL 1 halaman, dan presentasikan temuan.

Template Prompt Analisis dan RTL (Siap Salin)

Ini rekap nilai siswa [lampirkan nama File].

Analisis: temukan tren, miskonsepsi, dan kelompok intervensi.
Buat rekomendasi remedial bermakna dan pengayaan.
Susun draft RTL menggunakan tabel:
Data, Analisis, Remedial, Pengayaan, Refleksi Guru pada masing-masing siswa.
Berikan level pemahaman berdasarkan rubrik terlampir.

Tugas Modul 3

Produk:

  1. Buat laporan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pada masing-masing peserta didik secara personal.
  2. Kumpulkan link Copilot/Gemini/ChatGPT (pilih salah satu) ke dalam kantong tugas 3.

Etika & Privasi Data

  • Gunakan data minimal yang diperlukan, anonimisasi saat berbagi.
  • Simpan di lingkungan institusi (akun sekolah) dan atur hak akses.
  • AI sebagai asisten; keputusan akhir tetap pada profesionalitas guru.

Pemanfaatan AI dalam pembelajaran bukan untuk menggantikan guru, tetapi untuk memperkuat kualitas asesmen, pembelajaran diferensiasi, serta remedial dan pengayaan yang lebih bermakna. Dengan memanfaatkan strategi HOTS, RTL, serta analisis data yang akurat, guru dapat memberikan intervensi tepat sasaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Hubungi Excellent Team

Bila Bapak/Ibu membutuhkan pendampingan implementasi AI dalam pembelajaran, Excellent Team siap mendukung dengan pelatihan, workshop, dan konsultasi penerapan di sekolah.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT, KUNJUNGI EXCELLENT TEAM SEKARANG!

  LinkedlnTiktok