Integrasi AI untuk Meningkatkan Interaksi dan Aktivitas Belajar
Dalam dunia pendidikan abad ke-21, interaksi dan aktivitas belajar yang bermakna menjadi kunci keberhasilan pembelajaran. Guru tidak lagi sekadar menyampaikan materi, tetapi menjadi fasilitator yang membimbing siswa untuk berpikir, berdiskusi, dan berkreasi. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) kini memperkaya proses ini — membantu guru meningkatkan interaksi, personalisasi, dan efektivitas pembelajaran di kelas.
Pelatihan DAY 3 – IHT Mempawah 2025 mengangkat tema “Integrasi AI untuk Meningkatkan Interaksi dan Aktivitas Belajar”, yang berfokus pada bagaimana guru dapat menggunakan AI untuk memperkuat engagement, diferensiasi pembelajaran, dan optimalisasi praktik pedagogis di kelas berbasis Kurikulum Merdeka.
Chapter 1: AI untuk Meningkatkan Interaksi dan Engagement
Mengapa Interaksi Penting?
Interaksi merupakan jiwa dari pembelajaran yang bermakna. Melalui interaksi, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membangun kesadaran sosial, berpikir kritis, dan menumbuhkan empati. Dengan bantuan AI, guru dapat memperluas ruang percakapan di kelas — bukan hanya antara guru dan siswa, tetapi juga antara siswa dengan ide dan teknologi.
AI memungkinkan pembelajaran menjadi lebih menarik dengan meningkatkan rasa ingin tahu (curiosity) dan rasa memiliki (ownership) dalam proses belajar.
Think–Pair–Share (TPS) + AI
Metode Think–Pair–Share (TPS) adalah salah satu pendekatan yang dapat diperkaya dengan AI untuk meningkatkan interaksi di kelas. Berikut langkah-langkahnya:
- Think: Siswa berpikir dan mengeksplorasi ide menggunakan AI (misalnya ChatGPT atau Gemini) untuk brainstorming atau menjawab pertanyaan terbuka.
- Pair: Siswa berdiskusi berpasangan, membandingkan hasil AI dengan ide pribadi.
- Share: Siswa berbagi hasil diskusi di depan kelas; guru memfasilitasi refleksi dan memberikan umpan balik.
Contoh Praktik TPS + AI
IPS (Topik: Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial – Kelas VIII)
- Think: Siswa meminta AI menjelaskan penyebab kemiskinan di daerah mereka.
- Pair: Bandingkan hasil AI dengan observasi lapangan mereka.
- Share: Presentasikan temuan dan solusi sederhana di depan kelas.
Bahasa Indonesia (Topik: Menulis Teks Argumentatif)
- Think: Siswa menulis argumen sendiri, lalu AI memberi masukan terkait grammar dan logika.
- Pair: Siswa bertukar hasil revisi dan mendiskusikan perbedaan.
- Share: Kelompok mempresentasikan argumen terbaik.
Ragam Interaksi di Kelas Berbantuan AI
| Jenis Interaksi | Deskripsi | Tools AI Pendukung |
|---|---|---|
| Guru ↔ AI | Guru menyiapkan question bank, polling, simulasi, dan feedback otomatis. | ChatGPT, Gemini, Copilot |
| Siswa ↔ AI | Siswa berdialog dengan AI untuk ide, refleksi, atau latihan. | ChatGPT, Perplexity, Notion AI |
| Siswa ↔ Siswa (AI-Assisted) | Kolaborasi kelompok berbantuan AI seperti Canva Magic Write atau Docs AI. | Canva AI, Google Docs AI |
Prinsip Pedagogis Interaksi + AI
- AI memperkaya interaksi, bukan menggantikan guru.
- Siswa harus tetap berpikir sendiri sebelum dan sesudah berinteraksi dengan AI.
- Guru berperan sebagai metacoach — membimbing cara berpikir dan bertanya siswa.
Menghidupkan Diskusi dengan AI
| Situasi | Strategi | Tools AI |
|---|---|---|
| Kelas pasif / diam | Gunakan AI untuk memunculkan pertanyaan pemicu diskusi. | ChatGPT Prompt Generator |
| Siswa ragu menjawab | Biarkan AI memberi contoh jawaban alternatif untuk ditanggapi siswa. | Gemini, Copilot |
| Banyak ide tapi tidak fokus | Gunakan AI untuk merangkum hasil diskusi kelas. | Notion AI, ChatGPT |
Contoh Prompt Praktis (Guru)
Bantu saya membuat 3 pertanyaan pemantik untuk diskusi topik [tema pelajaran],
dengan tingkat HOTS (C4–C6), untuk digunakan pada metode Think–Pair–Share.
Tantangan dan Solusi dengan AI
| Tantangan | Solusi dengan AI |
|---|---|
| Siswa bergantung pada AI | Wajib refleksi dan revisi hasil AI. |
| Jawaban AI tidak kontekstual | Guru arahkan siswa memeriksa fakta lokal. |
| Koneksi internet terbatas | Siapkan materi offline atau AI desktop. |
| Kekhawatiran etika & plagiarisme | Gunakan deklarasi pemakaian AI (AI Disclosure). |
Pesan pentingnya: AI memperkuat interaksi manusiawi, bukan menggantikannya.
CHAPTER 02 : AI untuk Aktivitas Adaptif dan Diferensiatif
Mengapa Diferensiasi Penting?
Setiap siswa memiliki gaya belajar dan kemampuan yang unik. Diferensiasi berarti memberikan jalan berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. AI membantu guru merancang pembelajaran adaptif yang menyesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Konsep Adaptif dan Diferensiatif
| Aspek | Fokus | Penjelasan |
|---|---|---|
| Konten | Tingkat materi berbeda | AI menyesuaikan kedalaman materi sesuai kemampuan siswa. |
| Proses | Cara belajar berbeda | Guru merancang variasi kegiatan belajar dengan bantuan AI. |
| Produk | Bentuk hasil belajar berbeda | Siswa menampilkan hasil belajar dalam berbagai bentuk sesuai potensinya. |
Gaya Belajar V–A–R–K dan Dukungan AI
| Gaya Belajar | Ciri | Aktivitas | Tools AI |
|---|---|---|---|
| Visual | Melihat, warna, gambar | Infografik, peta konsep, video | Canva AI, DALL·E |
| Auditori | Mendengar, berdiskusi | Podcast, debat, rekaman audio | HeyGen, ElevenLabs |
| Read/Write | Membaca & menulis | Artikel, jurnal refleksi | ChatGPT, Copilot |
| Kinestetik | Bergerak, praktik | Simulasi, proyek, eksperimen | PhET, Tinkercad |
Prompt Praktis (AI Sebagai Co-Designer Diferensiasi)
Kamu adalah perancang pembelajaran profesional yang memahami diferensiasi gaya belajar (VARK) dan pendekatan Kurikulum Merdeka. Tugasmu adalah membuat 3 versi aktivitas belajar untuk topik [tulis topik di sini], disesuaikan dengan gaya belajar Visual, Auditori, Read/Write, dan Kinestetik. Sertakan hasil dalam format tabel dengan kolom berikut: 1. Gaya Belajar (V/A/R/K) 2. Deskripsi Aktivitas Belajar (≤100 kata, berbasis model 5E atau Problem-based) 3. Tujuan Aktivitas (ABCD format singkat) 4. Media/Tools yang Digunakan (AI tools, video, model, simulasi, dsb.) 5. Asesmen Formatif (metode + indikator keberhasilan) Pastikan: - Aktivitas relevan dengan Tujuan Pembelajaran [Masukkan Tujuan Pembelajaran]. - Gunakan konteks nyata yang mudah dibayangkan siswa (misal: [Masukkan contoh konteks nyata]). - Sertakan minimal 1 elemen kolaboratif atau reflektif pada tiap aktivitas. - Gunakan bahasa komunikatif dan mudah dibaca guru. - Tambahkan tag “AI Integration” bila aktivitas melibatkan bantuan AI (misal chatbot, visualizer, quiz generator).
Contoh Praktik Diferensiasi (IPA – Sistem Pencernaan)
| Gaya Belajar | Aktivitas | Tools AI |
|---|---|---|
| Visual | Buat diagram proses pencernaan manusia dengan Canva AI | Canva AI |
| Auditori | Dengarkan narasi “Perjalanan Makanan” dan buat kuis refleksi | HeyGen, ElevenLabs |
| Read/Write | Tulis ringkasan 200 kata tentang organ pencernaan | ChatGPT |
| Kinestetik | Lakukan simulasi pencernaan (botol + roti + cuka) dan refleksi | PhET, Video Prompt |
Prompt Praktis (AI Untuk Diferensiasi Level Kemampuan)
Kamu adalah desainer pembelajaran profesional yang memahami diferensiasi tingkat kemampuan siswa (tiered instruction) serta penerapan AI sebagai asisten belajar adaptif.
Tugasmu adalah membuat penjelasan konsep + aktivitas belajar terarah tentang topik: [Nama Topik Pembelajaran], untuk tiga level kemampuan siswa:
L1 = Level Dukungan (Dasar): siswa baru memahami konsep.
L2 = Level Inti (Menengah): siswa mampu menganalisis dan berdiskusi.
L3 = Level Pengayaan (Mahir): siswa siap melakukan sintesis dan kreasi.
Gunakan format tabel dengan kolom:
1. Level Kemampuan (L1, L2, L3)
2. Deskripsi Fokus Belajar (Tujuan & Capaian)
3. Peran AI (fungsi dukungan AI di level ini)
4. Aktivitas Belajar + Contoh Prompt ke AI
5. Output / Produk Belajar
6. Asesmen Formatif (Metode & Indikator)
Sertakan hasil dengan bahasa komunikatif, relevan, dan berbasis konteks nyata sesuai jenjang pendidikan siswa.
Tools Pendukung Diferensiasi
| Fungsi | Tools AI | Kegunaan |
| Visualisasi | Canva AI, PowerPoint Designer | Membuat infografik, poster otomatis. |
| Audio | ElevenLabs, HeyGen | Membuat narasi dan podcast pembelajaran. |
| Penulisan | ChatGPT, Gemini | Menulis naskah, ringkasan, dan refleksi. |
| Eksperimen / Simulasi | PhET, Tinkercad | Melakukan eksperimen virtual berbasis sains. |
| Adaptive Learning | Diffit, MagicSchool.ai | Menyediakan materi bertingkat otomatis. |
Prinsip Pedagogis Adaptif & Diferensiatif
- Fleksibel — satu tujuan dapat dicapai dengan banyak cara.
- Inklusif — semua siswa berkesempatan sukses dengan jalannya sendiri.
- Kontekstual — aktivitas disesuaikan dengan dunia nyata siswa.
- Holistik — mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan sosial secara seimbang.
Tantangan & Solusi
| Tantangan | Solusi |
| AI tidak kenal konteks lokal | Tambahkan konteks wilayah dalam prompt. |
| Terlalu banyak versi aktivitas | Pilih 2 gaya dominan di kelas. |
| Waktu perencanaan terbatas | AI membuat draft, guru revisi agar kontekstual. |
| Ketergantungan AI | Tambahkan refleksi dan diskusi hasil. |
Aktivitas Guru
- Pilih satu topik pelajaran.
- Tentukan dua gaya belajar dominan di kelasmu.
- Gunakan AI untuk membuat dua versi aktivitas belajar (mis. Visual + Kinestetik).
- Presentasikan hasilmu dalam 3 menit:
- Aktivitasnya seperti apa?
- Tools AI apa yang digunakan?
- Mengapa sesuai gaya belajar siswa?
Refleksi Guru
“AI membantu guru bukan untuk menyeragamkan, tetapi untuk memerdekakan cara belajar siswa.”
Pertanyaan reflektif:
- Siapa siswa yang paling diuntungkan dari pendekatan adaptif ini?
- Apa perubahan kecil yang bisa saya lakukan minggu depan?
Chapter 3: Optimasi Praktik Pedagogis dengan Bantuan AI
Mengapa Optimasi Diperlukan?
Kelas modern menghadirkan tantangan baru: waktu terbatas, variasi gaya belajar tinggi, dan tuntutan proyek autentik. Di sinilah AI berfungsi sebagai akselerator pedagogis. AI membantu guru menyiapkan, memonitor, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga lebih banyak waktu dapat difokuskan pada interaksi manusiawi dan refleksi.
Ragam Pendekatan Pedagogis dan Dukungan AI
| Pendekatan | Fokus Utama | Contoh Aktivitas |
|---|---|---|
| Project-Based Learning | Produk nyata dari proses belajar | Proyek poster energi terbarukan |
| Problem-Based Learning | Pemecahan masalah otentik | Kasus banjir daerah lokal |
| Inquiry Learning | Eksperimen & penemuan konsep | Eksperimen IPA berbasis pertanyaan siswa |
| Collaborative Learning | Kolaborasi & komunikasi | Penulisan artikel bersama |
| Gamification | Motivasi & kompetisi sehat | Kuis interaktif dan leaderboard |
| Reflective Learning | Kesadaran diri & makna | Jurnal refleksi setelah belajar |
Panduan Praktis Integrasi AI
| Langkah | Kegiatan | Catatan Guru |
|---|---|---|
| Pilih metode | Tentukan pendekatan (PjBL, PBL, dll) | Sesuaikan topik & tujuan |
| Tentukan peran AI | Ide, media, feedback, evaluasi | AI hanya membantu, bukan mengganti |
| Rancang aktivitas | Gunakan prompt eksplisit & etis | Tambahkan konteks lokal |
| Refleksi hasil | Evaluasi dampak AI di kelas | Catat pembelajaran baru |
Tantangan dan Strategi Aman
| Tantangan | Strategi Aman |
|---|---|
| Plagiarisme / ketergantungan AI | Gunakan AI Disclosure & mini viva (ujian lisan) |
| Data tidak valid | Verifikasi sumber informasi AI |
| Etika penggunaan | Ajarkan AI literacy & digital citizenship |
| Overload tools | Fokus pada 1–2 tools utama terlebih dahulu |
Kesimpulan
Integrasi AI dalam pembelajaran bukan tentang menggantikan peran guru, melainkan memperkuat makna interaksi dan kreativitas di kelas. AI memungkinkan guru menjadi lebih reflektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa yang beragam. Dengan pendekatan berkesadaran, AI dapat menjadi mitra strategis dalam menciptakan pembelajaran yang holistik dan memerdekakan.
UNTUK INFO LEBIH LANJUT, KUNJUNGI EXCELLENT TEAM SEKARANG!



