Apakah Kemendikdasmen Akan Mengganti

Apakah Kemendikdasmen Akan Mengganti Kurikulum?

Beredarnya kabar tentang perubahan kurikulum nasional membuat banyak pihak bertanya-tanya. Apakah Kemendikdasmen benar-benar akan menghapus Kurikulum 2013 dan menggantinya dengan kurikulum baru? Faktanya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa tidak ada kurikulum baru yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026. Pernyataan ini penting untuk dipahami oleh para guru, kepala sekolah, orang tua, dan semua pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia.

Baca juga : Kurikulum Sekolah Rakyat: Disesuaikan & Dilengkapi Pendidikan Karakter

Mengapa Muncul Isu Kurikulum Baru?

Media Sosial dan Interpretasi Permendikdasmen

Isu tentang pergantian kurikulum muncul karena banyak pihak menafsirkan secara keliru terbitnya Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2024 tentang Kurikulum. Dalam aturan tersebut memang terdapat perubahan dalam penyusunan struktur dan isi kurikulum, namun bukan berarti muncul kurikulum baru secara keseluruhan. Justru, peraturan ini menjadi penguatan terhadap dua kurikulum yang sudah berlaku, yakni Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Merdeka.

Perubahan Istilah dan Penambahan Materi Digital

Selain itu, pembaruan istilah seperti “fase” pada Kurikulum Merdeka, serta penambahan materi seputar kecerdasan buatan (AI), pemrograman (coding), dan literasi digital, menimbulkan persepsi bahwa ada sistem pendidikan baru. Namun, Kemendikbudristek sudah menjelaskan bahwa hal ini hanya bagian dari penyempurnaan kurikulum, bukan penggantian total.

Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Masih Berlaku

Penegasan dari Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Santi Ambarukmi, menyatakan secara tegas bahwa tidak ada kurikulum baru yang akan diberlakukan secara nasional. Menurutnya, sekolah tetap dapat menggunakan Kurikulum 2013 jika belum mampu menerapkan Kurikulum Merdeka secara penuh.

“Kurikulum 2013 masih berlaku. Kurikulum Merdeka juga tetap digunakan oleh sekolah yang telah mengadopsinya. Kami tidak mencabut keduanya,” tegasnya dalam konferensi pers (sumber: Detik Edu, 18 Juli 2025).

Dua Jalur Kurikulum yang Disesuaikan Kondisi Sekolah

Kebijakan ini memberikan fleksibilitas kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Sekolah yang memiliki kapasitas dan kesiapan untuk menggunakan Kurikulum Merdeka dapat terus melanjutkan implementasinya. Sementara itu, sekolah yang belum siap secara sumber daya atau infrastruktur masih diperbolehkan menggunakan Kurikulum 2013.

Khusus untuk daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), Kurikulum 2013 menjadi pilihan utama karena lebih sesuai dengan kondisi lapangan. Dengan demikian, pemerintah tidak memberlakukan sistem satu ukuran untuk semua (one-size-fits-all), melainkan tetap mempertimbangkan aspek lokalitas.

Apa yang Sebenarnya Berubah?

Penyesuaian Isi dan Strategi Pembelajaran

Permendikbudristek No. 13 Tahun 2024 lebih banyak memuat penyesuaian isi, seperti penguatan pada kompetensi literasi digital, numerasi, karakter, dan STEM (Science, Technology, Engineering, Math). Selain itu, pendekatan pembelajaran juga ditekankan pada pendalaman materi, eksplorasi tematik, dan pembelajaran berbasis proyek.

Fokus pada Kompetensi Abad ke-21

Kemendikbudristek ingin agar siswa Indonesia mampu bersaing di era global. Oleh karena itu, kurikulum yang ada kini diarahkan agar mendorong penguasaan keterampilan abad ke-21: berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi. Penambahan topik seperti AI dan coding juga merupakan respons terhadap kebutuhan dunia kerja modern.

Evaluasi Lebih Adaptif dan Diagnostik

Selain materi, sistem penilaian juga berubah. Penilaian tidak lagi menitikberatkan pada nilai akhir, melainkan pada proses belajar. Pemerintah mendorong penggunaan asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa sejak awal, sehingga guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran secara personal.

Baca juga : Pelatihan Guru dalam Pemanfaatan AI di Pembelajaran

Implikasi bagi Guru dan Sekolah

Sekolah Perlu Menyusun Kurikulum Operasional

Setiap sekolah wajib menyusun Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) sesuai dengan pilihan kurikulum yang digunakan. Artinya, guru dan kepala sekolah harus memahami struktur kurikulum dengan cermat, termasuk capaian pembelajaran, alur tujuan, dan perangkat ajar.

Jika sekolah menggunakan Kurikulum Merdeka, maka KOSP harus mencerminkan fleksibilitas dan prinsip merdeka belajar. Jika masih menggunakan Kurikulum 2013, maka fokus tetap pada pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter.

Guru Perlu Mengikuti Pelatihan dan Pendampingan

Karena ada banyak penyesuaian, guru perlu meningkatkan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan. Kemendikbudristek memang menyediakan platform Merdeka Mengajar dan pelatihan daring, namun kenyataannya banyak guru masih kesulitan memahami penerapannya secara teknis.

Di sinilah pentingnya In House Training atau pelatihan internal di sekolah, yang terbukti lebih efektif karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing institusi.

Mengapa In House Training Jadi Solusi Praktis?

In House Training adalah metode pelatihan yang dilakukan di sekolah, dengan fasilitator yang datang langsung ke lokasi. Training ini bisa mencakup topik-topik seperti:

  • Penyusunan KOSP berbasis Kurikulum Merdeka/K13.
  • Strategi pembelajaran berdiferensiasi.
  • Praktik asesmen formatif dan diagnostik.
  • Integrasi teknologi dalam pembelajaran.

Dengan sistem ini, semua guru di sekolah dapat belajar bersama dalam satu waktu, berdiskusi, dan langsung mempraktikkan hasil pelatihan di kelas masing-masing. Pelatihan juga bisa dikustomisasi agar sesuai dengan kondisi dan kesiapan guru di sekolah.

Info lainnya : Integrasi Pelatihan Guru dengan Kurikulum Merdeka

Menghadapi perubahan kurikulum dan sistem pembelajaran bukan hal mudah. Banyak sekolah yang masih bingung bagaimana menerapkannya dalam kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu, Excellent Team hadir sebagai mitra terbaik Anda untuk memberikan pelatihan praktikal, sistematis, dan tepat sasaran.

Kami telah mendampingi ratusan sekolah dari berbagai jenjang dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan K13. Dengan metode pelatihan interaktif dan berbasis studi kasus nyata, kami membantu guru memahami bukan hanya teori, tapi juga cara praktik langsung di kelas.

Hubungi Kami Sekarang!

Ingin guru Anda siap menghadapi tahun ajaran baru dengan kurikulum yang lebih adaptif dan modern? Hubungi Excellent Team sekarang juga!
Kami siap mengadakan In House Training yang dirancang khusus untuk kebutuhan sekolah Anda.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT, KUNJUNGI EXCELLENT TEAM SEKARANG!